Kartini, Sang Penyusun Sejarah Baru

April 21, 2009

Penyusunan Sejarah Indonesia baru tambah lama, tambah terasa mendesak. Satu hal yang sangat penting adalah melepaskan sejarah itu sendiri dari rangka yang selama ini itu ditentukan oleh politik pengajaran penjajah. Kesulitan-kesulitan dalam pekerjaaan ini dihadapi oleh setiap orang. Dibidang sejarah purba disebabkan lamban, kurangnya fasilitas dan dana, kurang research, kerja penyelidikan, penggalian dan penelaahan. Di bidang zaman pertukaran agama dipersulit oleh terpecah-pecahnya kerajaaan-kerajaan, peperangan-peperangan antar kota, yang tiada henti-hentinya, yang mengakibatkan punahnya peninggalan-peninggalan yang kurang kuat dibandingkan dengan peninggalan zaman purba dalam bentuk pahat-pahatan di atas batu, tembaga, atau keramik. Di bidang zaman penjajahan Belanda dipersulit oleh pembakaran-pembakaran dokumen yang dilakukan Belanda sendiri waktu mengundurkan diri dari Indonesia menghadapi dokumen-dokumen yang dengan sengaja dihancurkan oleh pejabat-pejabat tinggi yang berkepentingan untuk menyelamatkan prestise masing-masing.
Kesulitan tinggal kesulitan. Penyusunan sejarah baru adalah juga perjuangan yang sama sengitnya dengan perjuangan-perjuangan lain di dalam meningkatkan perdapan sesuatu bangsa itu mempunyai cermin yang datar dan licin, tiada dicacatkan oleh kekuasaaan-kekuasaan yang tidak wajar , atau ketidakpengertian-ketidakpengartian yang berkepala batu. Sumber—sumber baru yang harus diketemukan, bahkan yang kadang-kadang tidak punya persangakutan dengan yang tradisional. Namun penjelajahan baru ini harus dilakukan dengan berani. Setiap titik mesti ditangkap, dicari asas hidupnya dan dikembangkan.
Sampai sedemiikian jauh, kartini disebut-sebut diberbagai hari peringatan lebih banyak sebagai tokoh mitos, bukan sebagai manusia biasa, yang sudah tentu mengurangi kebesaran manusia Kartini sendiri, serta menempatkannya ke dalam dunia dewa-dewa. Tambah kurang pengetahuan orang tentangnya, tambah kuatnya kedudukan sebagai tokoh mitos. Gambaran orang tentangnya dengan sendirinya lantas menjadi palsu, karena kebesaranaya tidak dibutuhkan, orang hanya menikmati candu mitos Padahal Kartini sebenarnya jauh lebih agung dari pada total jendaral mitos tentangannya. Read the rest of this entry »

Advertisements

Ujian Nasional : Haruskah Jadi Momok ?

April 15, 2009

Jika tak ada kendala, Ujian Nasional (UN) akan dilaksanakan pada tanggal 20-24 April 2009 (SMA/MA), 27-30 April 2009 (SMP/MTs), 11-13 Mei 2009 (SD/MI), dan 20-22 April 2009 (SMK/SMALB). Dengan ditetapkannya jadwal UN (berdasarkan kesepakatan bersama antara BSNP, Depdiknas, dan Depag), kontroversi tentang perlu tidaknya UN digelar yang selama ini mencuat ke permukaan, tak akan memengaruhi niat pemerintah untuk menggelar hajat rutin tahunan itu. UN dinilai masih efektif jika dibandingkan dengan pelaksanaan ujian yang diserahkan sepenuhnya kepada sekolah sebagai penyelenggara pendidikan. Selain rentan dengan “tipu-tipu”, ujian sekolah dinilai juga semakin menjauhkan kualitas lulusan dari standar kompetensi lulusan yang sesungguhnya. Bisa jadi, itulah yang menyebabkan Mendiknas perlu menetapkan UN melalui Surat Keputusan No. 77, 78, dan 82 Tahun 2008 beserta Prosedur Operasi Standar (POS) oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP).

Harus diakui, UN telah menyedot perhatian secara berlebihan. Tak hanya dari siswa didik dan orang tua. Guru, kepala sekolah, bahkan para birokrat pendidikan atau pejabat daerah pun tak jarang kena syndrom kecemasan. Maklum, UN telah dicitrakan sebagai tolok ukur keberhasilan suatu daerah dalam mengelola dunia pendidikan. Lebih-lebih setelah BSNP secara rutin membuat analisis hasil UN yang disebarluaskan kepada masyarakat luas. Dari hasil analisis ini, akan terlihat daerah mana saja yang berada di peringkat atas, menengah, atau bawah. Sangat beralasan kalau setiap daerah berupaya mencapai hasil UN yang terbaik untuk menciptakan citra dan mengangkat marwah daerah. Dari sisi ini, UN tak jauh berbeda dengan sebuah kompetisi yang akan memicu munculnya persaingan sengit antardaerah dalam mencapai hasil UN.

Sepanjang upaya untuk mendapatkan hasil UN yang terbaik itu dilakukan secara fair dan jujur, jelas tak ada masalah. Namun, tak jarang ada pihak-pihak tertentu yang berupaya mendongkrak nilai UN dengan menghalalkan segala cara. Yang lebih menyedihkan, ada upaya sistematis untuk membiarkan berbagai bentuk pelanggaran terus terjadi tiap tahun. Para pengawas UN yang berupaya untuk melaksanakan tugasnya secara jujur, justru sering kena intimidasi dan dikucilkan. Mereka dianggap tak memiliki “kemauan baik” untuk meningkatkan hasil UN. Read the rest of this entry »


Hasil Try Out UNAS 2009

March 25, 2009

assalamu’alaikum wr wb.salam sukses bagi kita semua,,

Berkaitan dengan kegiatan try out UNAS 15 Maret 2009 yang diselenggarakan oleh ETC & JTC bekerjasama dengan Primagama. Saya selaku Ketua Panitia menyampaikan permintaan maaf kepada adik-adik SMA/SMK se Kulon Progo yang mengikuti try out UNAS kemarin. Karena hasil try out yang harusnya bisa di terima oleh adik-adik hari selasa 17 maret atau rabu 18 maret ternyata belum bisa.

Hal ini di karenakan ada kendala teknis di pihak Primagama. Mengingat operator yang menangani LJK sedang keluar kota sehingga terhambat koreksinya. Kami dari panitia akan mengusahakan dalam pekan ini di kirim lewat pos. Karena hari senin kemarin hasil try out sudah ada di Primagama. Saat ini sedang kami usahakan untuk dikirim lewat pos ke sekolahan masing-masing.

Demikian pemberitahuan dari kami, mohon maaf jika membuat menunggu teman-teman semua.

wassalamu’alaikum wr wb.

Ketua Panitia Try Out UNAS 2009

Akhid Nur Khoirudin, ST


Try Out UNAS 2009

March 10, 2009

uan4maret2


Seminar Kewirausahaan

January 27, 2009

pamflet-kewiru2


T-Shirt “Freedom for Palestine”

January 8, 2009

ffp1

promosi_utk_akhwat1

Bagi teman2 yang pengin memesan T-Shirt tersebut bisa menghubungi akhid (o85228862862). Dengan menyebutkan nama, ukuran, model(lengan pendek ato panjang).untuk T-shirt ikhwan : Harga 30 ribu utk lengan pendek dan lengan panjang 35 ribu.  sedangkan untuk yang akhwat Rp40 ribu. Sebelum tanggal 15 Januari 2009.


Leadership Training Comic Version

December 3, 2008

page_1 Read the rest of this entry »